Sabtu, 1 September 2018
Tepatnya sore hari pukul 15.01, ditengah kesepian melanda kesendirianku. Tulisan inilah yang mampu menemaniku. Tak ada seseorang yang mampu menemaniku dalam kesendiranku. Bagiku semua tak memperdulikan aku, bahkan sahabat karibku sendiri.
Aku bersyukur dengan keadaan keterpurukan seperti ini, aku tidak mengeluh, aku berdoa bahwa orang orang yang ada didekatku, maupun dalam keadaan jauh dariku, semoga Tuhan selalu memberikan hidayah padanya.
Kini aku bersandar dalam sebuah lamunan, berpikir yang tak semestinya harus kupikirkan, atau mungkin itu adalah sebuah khayalan saja. Namun semua itu tak akan mampu menumbangkan apa yang telah ada dalam niatku, dalam rencana rencanaku.
Memang tak semua orang mengerti dengan niatku, rencanaku, bahkan apa yang kupikirkan. Semua tak mengerti, mungkin yang berhak tahu hanya aku dan tuhan yang tahu.
Telah banyak penderitaan yang menerpa hidupku, namun tak dapat membuatku menderita, aku mensyukuri itu semua, karena dengan semua penderitaan, aku punya pengalaman, aku punya sebuah pelajaran, bahkan banyak hidayah yang telah aku terima.
Aku bersyukur, tanpa ada sebuah penyesalan dalam kehidupan ini, tanpa ada kekecewaan dalam kehidupan ini, semua aku terima dengan lapang dada. Karena ini adalah sebagian Qadha dan Qadarnya Tuhan, semua sudah menjadi rencana Tuhan.
Tuhan membuat dua pilihan kehidupan, yaitu untuk menjadi baik, atau menjadi buruk, dan aku selalu berada ditengah tengah itu. Aku tidak bisa menentukan dalam satu pihak saja.
Maaf, bukan maksudku aku menulis ini sebagai pelampiasan curhatku, aku hanya mengikuti kalbuku, yang mana mungkin masih banyak kekhilafan yang telah menggores dari putihnya hati.
Aku menyadari bahwa aku banyak melukai orang orang yang tak bersalah padaku, hanya karena egoku..
Maafkan aku,,,



EmoticonEmoticon