Monday, October 1, 2018

Gas Full or Rem Cakram


Perkara yang semestinya menjadi rahasia terbuka lebar disaat menjadi orang yang dipercayai. Bukankah mempercayai seseorang itu adalah hal yang sulit. Namun nampak berbanding terbalik jika seseorang terbuat nyaman. Seakan-akan rahasia tumpah tanpa disuruh. Pendengar yang baik menjadi saksi bisu rahasia.

Praduga-praduga yang semestinya menjadi kebenaran, seolah menjadi sesuatu kesalahan yang fatal dalam berprasangka. Terlintas dalam benak untuk sesekali jangan membongkar segala rahasia, didalam hati pendengar yang baik. Terkadang kekhilafan menjadi sebuah kesalahan yang tersadari oleh siapapun.

"Ketika engkau bercerita kepada angin, jangan salahkan angin jika memberi kabar kepada pohon"

Setiap orang ingin selalu didengar dengan segala ide-ide, pendapat, dan segala sesuatu yang memang menjadi pribadi yang ingin bicara. Maka menjadi pendengar yang menjadi sosok yang membuat nyaman seseorang. Pelajaran sangat berharga dengan kisah klasik monoton dalam hidup menjadi bergejolak penuh irama melodi kehidupan.

Salut didalam sebuah kisah seseorang yang tak mungkin kusebut namanya dan apa yang ia ceritakan. Namun cukup memotivasi didalam prasangka kecil yang menjadi benih action pada saat waktu yang tertentu. Menjadi dasar landasan penyemangat dan inovasi tersendiri dalam hal tertentu.

 "Gas Full or Rem Cakram"

Kehidupan memang harus pandai dalam situasi apapun yang bisa menjadi kontrol Naik turun dinamika kehidupan. Dalam situasi ini kusebut dengan "Gas Full or Rem Cakram". Artinya kapan harus menjadi diri yang sebenarnya dan kapan harus menjadi peran akting menjadi seseorang untuk sekedar menghargai.

Rumus yang kudapat dalam kejadian ini adalah A+B=X, artinya bahwa setiap pengalaman akan membuahkan hasil. Dimana A menjadi pengalaman buruk, dan B menjadi pengalaman baik. X adalah sebuah pengalaman dari baik buruknya kehidupan yang pernah dialami. Hasil menjadi jawaban dalam "Gas Full or Rem Cakram" dengan mengontrol situasi kusebut dengan istilah X.

Karena pengalaman adalah sebuah guru yang paling kejam, memberikan sebuah ujian terlebih dahulu, sedangkan ilmunya dibelakang. Terkadang terbangun seperti menjalani sebuah mimpi. Seperti mimpi yang terbangun yang mengalami hal yang sama persis.

Riset masalalu memang harus dibutuhkan. Agar menjadi inovasi baru untuk sesuatu yang baru pula dimasa yang akan datang. Menjadi inspirasi didalam kesalahan-kesalahan yang mengajarkan bahwa itu sudah menjadi perkara negatif. Makanya tak heran didalam matematika selalu menjadi positif ketika bertemunya antara negatif dan negatif.


EmoticonEmoticon