Saturday, October 6, 2018

Penulis Tak Berbayar


Terlena dalam sesuatu hal yang kujalani hari demi hari. Memang tak menarik namun cukup menjadi rutinitas sebuah hobbyku. Contohnya adalah ketika aku melampiaskan segala pikiran didalam tulisan-tulisan berirama tentang kehidupan. Tak menarik untuk selalu diperhatikan. Namun kadang-kadang bagiku ini adalah sebuah views untuk menjadikan jati diri lebih baik dengan meninggalkan sebuah jejak cerita kecil.

Benak pernah berkata bahwa ini sangatlah buruk dan bahkan untuk mencobanya pun seakan ragu-ragu. Tetapi seiring berjalannya waktu dengan mengikuti alunan irama detik. Semua menjadi terlaksana dengan baik. Walau memang tidak terstruktur dan terorganisir.

Bukan Cerpen, Bukan Novel, dan Bukan Curhatan. Hanya sekejab membuat rileks pandangan mata seolah terbawa suasana. Namun dibalik semua itu pasti ada sedikit hal yang menarik. Entah dari mana yang menarik itu.

Mencoba sedikit dari yang paling dasar. Haluan memang begitu nampak datang dari sana dan sini. Namun ketika sebuah keuletan dan kedisiplinan menjadi sebuah tanggung jawab. Seakan menjadi rutinitas tanpa penolakan. Menjadi sebuah kewajiban tanpa henti.

Terbesit ingin sekali menjadi seseorang penulis yang handal dalam berkarya. Namun apadaya sebuah penulis blog tanpa komentar ini mampu menjadi yang mustahil itu. Mungkin hanya sebatas mimpi-mimpi yang kecil. Semoga tak menjadi kenyataan untuk menjadi penulis handal.

Bukan berarti aku menyerah dalam keadaan yang sangat tidak stabil. Namun yang kumengerti untuk menjadi penulis handal adalah ketika sering merasakan sebuah sakit hati, penderitaan dan bermacam pengalaman yang dialami. Menjadikan irama pengalaman menjadi seni yang terukir dalam tulisan.

"Menjalani Hobby Yang Dibayar"

Hobby menulis belum terbayarkan. Atau mungkin belum ada kerjasama dengan yang lain untuk sekedar memberikan sebuah iklan. Menjadi sponsor kecil untuk sekedar menjadi penyemangat. Terukir dalam kalbu bahwa tak butuh bayaran, ibarat tanaman hanya ingin menanam, memupuk, serta menyirami namun tak harus memanen. Karena suatu saat panenan itu akan datang sendiri, bahkan sesuatu yang banyak.

Halusinasi mungkin menjadi penulis berbayar. Sekedar memberikan wacana cerita kecil untuk memberikan pandangan kehidupan, dan tak lupa memberikan motivasi kecil hanya sekedar penyemangat. Penyemangat kecil bagi pelanggan, yakni pelanggannya adalah aku sendiri.

Miris memang ketika tidak menghadirkan views sedikitpun, tapi apalah daya jika menjadi bahan utamaku untuk meriset kembali kehidupan yang telah kutinggalkan jejak ini.

Jejak ini saksi diantara hari-hariku dalam menulis tulisan yang tak haus imbalan. Menjadi sebuah tulisan yang akan kukagumi dihari yang akan datang. Menjadi inspirasi pelajaran kecil untuk sekedar merakit dimasa mendatang. Tak ada yang mengecewakan jika semua berasal dari jejak buruk ataupun baik. 


EmoticonEmoticon